KEBUDAYAAN PROVINSI LAMPUNG / BANDAR LAMPUNG

Kebudayaan Lampung
Yang Berasal Dari Daerah Asal Orang Tua 

                Ayah saya berasal dari lampung utara. Letak Provinsi Lampung berada dibagian paling selatan pulau Sumatera dengan ibu kota Bandar Lampung. Lampung memiliki potensi alam yang sangat beragam. Selain memiliki potensi alam yang sangat melimpah, letaknya yang berbatasan langsung dengan lautan membuat Lampung memiliki potensi kekayaan laut yang sangat melimpah. Selain kekayaan alam yang melimpah, Lampung juga memiliki kekayaan budaya yang tidak kalah tersohor bila dibandingkan dengan Provinsi – Provinsi lainnya di Pulau Sumatera.
               





Selain itu Provinsi Lampung pula memliki lambang khas yaitu Siger Lampung.
            Siger merupakan simbol khas Provinsi
Lampung. Siger yang menjadi lambang Lampung saat ini merupakan simbolisasi sifat feminin. Pada umumnya, lambang daerah di Nusantara bersifat maskulin. Seperti di Jawa Barat, lambang yang dipergunakan adalah Kujang, yaitu senjata tradisional masyarakat Sunda. Contoh lain adalah Kalimanatan dengan Mandaunya danAceh dengan Rencongnya. Simbol-simbol pada daerah melambangkan sifat-sifat patriotik dan defensif terhadap ketahanan wilayahnya. Saat ini penggunaan lambang siger bukan hanya masalah lambang kejayaan dan kekayaan karena bentuk mahkotanya saja, melainkan juga mengangkat nilai feminisme.
Siger mengambil konsep dari agama Islam. Islam sendiri adalah agama yang dianut seluruh Suku Lampung asli. Agama Islam menyatakan bahwa laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangga, dan perempuan sebagai manajer yang mengatur segala sesuatunya dalam rumah tangga. Konsep itulah yang saat ini diterapkan dalam simbolisasi Siger.
Bagi Masyarakat Lampung, Perempuan sangat berperan dalam segala kegiatan, khususnya dalam kegiatan rumah tangga. Di balik kelembutan perempuan, ada kerja keras, ada kemandirian, ada kegigihan, dan lain sebagainya. Meskipun masyarakat Lampung sendiri penganut garis ayah atau patrilineal. Figur perempuan merupakan hal penting bagi masyarakat Lampung, yang sekaligus menjadi inspirasi dan pendorong kemajuan pasangan hidupnya.
                Kebudayaan yang ada di Lampung sangatlah beragam  meliputi rumah adat, Tarian tradisional, pakaian adat, tarian tradisional, lagu khas daerah lampung, dan berbagai rumpun bahasa lampung

.
·         Bahasa Komering adalah bahasa yang digunakan oleh suku yang tinggal disepanjang sungai komering
·         Bahasa Lampung Api, bahasa yang ditutur dibagian barat, selatan, tengah
·         Bahasa Lampung Nyo
·          
1.    Rumad Adat Nuwo Sesat


https://ilmuseni.com/seni-budaya/kebudayaan-lampung )

Rumah adat didaerah Lampung itu bernama “Rumah Nuwo sesat”. Rumah ini tetrmasuk kategori rumah panggung. Atapnya terbuat dari daun ilalang. Dan sebagian besar bahannya terbuat dari kayu. Bentuk rumah panggung ini dibuat dengan panggung karena menghindari serangan dari hewan buas dan rumah dengan bahan kayu ini lebih kokoh bila suatu waktu terkena gempa bumi, karena masyarakat lampung telah mengenal gempa bumi sejak zaman dahulu,  dan lampung terletak di pertemuan lempeng Asia dan Australia.
Terdapat ornamen yang khas pada bagian sisi bangunan tertentu rumah ini. Umumnya bentuk rumah Nuwo Sesat ini berbentuk rumah besar. Namun saat ini bentuknya tidak terlalu besar. Diperkampungan penduduk asli Lampung sebagian besar rumah adat tidak bertiang dan berlantai di tanah dengan fungsi tetap sama. Ciri khas lainnya yaitu payung besar di atapnya (Rurung Agung) yang berwarna putih, kuning, dan merah yang melambangkan tingkat kepenyeimbangan bentuk rumah yang didirikan oleh warga sebagai tempat tinggal.
Rumah juga menunjukan bagaimana masyarakat Lampung menghargai hasil sumber daya alam yang ada.
2.    Pakaian Adat

( https://ilmuseni.com/seni-budaya/kebudayaan-lampung )

Provinsi Lampung memiliki kain yang sangat khas yakni kain tapis. Kain ini berkesan sangat mewah karena pembuatannya dipadupadankan dengan penggunaan benang emas sehingga menimbulkan warna berkilauan yang indah pada kain tapis. Kain tapis ini oleh masyarakat Lampung bias digunakan dalam upacara-upacara adat atau ketika menghadiri acara-acara formal.
Dalam kesehariannya, laki-laki menggunakan kikat sebagai pengikat kepala. Untuk menutupi badan para lelaki menggunakan baju berbentuk teluk belanga belah buluh yang disebut kawai. Sedangkan untuk perempuan, sehari-hari mereka menggunakan kanduk/kakambut atau kudung untuk penutup kepala. Sedangkan untuk menutupi badan, mereka menggunakan Lawai.
Dalam menghadiri upacara-upacara adat atau acara yang sifatnya formal, masyarakat Lampung, terutama para wanita sangat menghargai keindahan berpakaian. Mereka sering menggunakan kain tapis yang berkilau karena dihiasi benang emas.
Kemewahan kain tapis tersebut makin indah ketika para wanita menambahkan berbagai aksesoris untuk dipakai, seperti gelang dan kalung. gelang dan kalung tersebut terbuat dari emas, senada dengan warna kain yang mereka pakai. Pada kebanyakan pakaian adat di berbagai daerah, biasanya pakaian-pakaian tersebut tidak dilengkapi dengan sepatu.
Pakian adat Lampung merupakan pakaian adat yang tergolong lengkap dengan adanya tambahan penggunaan sepatu yang tepat yakni penggunaan selop beludru berwarna hitam untuk laki-laki dan perempuan. Penggunaan selop beludru tersebut biasanya dipakai oleh pengantin perempuan dan laki-laki yang sedang melangsungkan pernikahan.

3.    Makanan Khas
1)    Seruit
merupakan sajian kuliner berupa ikan yang digoreng/dibakar kemudan disajikan bersama sambal terasi atau makanan-makanan lain seperti tempoyak atau sambal Lampung. Esensi dari Seruit bukan berada pada jenis masakan tetapi dari cara memakannya. Makan seruit biasanya dilakukan bersama-sama orang lain. Cara makan seperti itu menunjukkan rasa kebersamaan yang tinggi.

2)    Sambal Tempoyak

(http://www.teamwokyoh.com/2017/10/sambal-tempoyak-ikan-bilis-dan-petai.html)
Tempoyak adalah salah satu jenis bahan makanan yang berasal dari fermentasi durian. tempoyak sering dibuat menjadi sambal dan disajikan dengan berbagai jenis ikan. Makanan khas Lampung lainnya   adalah sambal Lampung dan lapis legit. Kedua makanan ini hampir setiap orang mengetahui. Bahkan salah satu merek produk saus sambal kenamaan Indonesia menjadikan sambal Lampung sebagai salah satu rasa dalam saus sambalnya.

               Sambal ini termasuk sambal Favorit ayah saya dan keluarga besar saya. Tetapi saya dan mamah tidak menyukainya karena belum terbiasa dengan rasa durian yang difermentasi dan dicampur dengan cabai dan juga ikan goreng/bakar sebagai pelengkapnya.

3)    Lapis Legit

4)    Tarian Adat Lampung

Lampung memiliki lebih dari satu tarian adat. Seperti halnya di daerah lain, tarian tradisional Lampung ini dilakukan saat acara-acara tertentu. Tarian-tarian tradisional Lampung tersebut meliputi:

a. Tari Sembah atau Tari Sigeh Pengunten

(https://www.infokyai.com/2016/12/tari-sembah-adat-lampung-pengertian-dan.html)

Tari Sigeh Pengunten sebenarnya merupakan pengembangan dari Tari Sembah. Tari Sembah atau tari Sigeh Pengunten disajikan oleh remaja-remaja putri atau anak-anak.
Tarian ini bersifat suka ria dan biasanya disajikan untuk menyambut tamu-tamu penting dalam suatu acara tertentu. Tarian ini menunjukkan sikap ramah masyarakat Lampung dalam menyambut para tamunya. Selain itu esensi dari tari Sigeh Pengunten ini adalah suatu bentuk penghormatan kepada para tamu yang hadir.
Masyarakat Lampung terbagi menjadi dua adat yang mendominasi yaitu Pepadun dan Peminggir. Keduanya merasa memiliki hak besar untuk memperlihatkan kebuadayaan yang selanjutnya menjadi identitas kebudayaan Lampung. Tari Sigeh Pengunten merupakan perpaduan antara adat Pepadun dan Peminggir sehingga terciptalah sebuah tarian yang harmonis yang mampu menunjukkan identitas kedua adat tersebut, sekaligus mampu menjadi identitas kebudayaan Lampung.
Seperti namanya, yaitu tari Sigeh Pengunten, tarian ini menggunakan aksesoris utama yakni siger. Siger merupakan aksesoris yang dipakai sebagai mahkota.
Mahkota tersebut berwarna emas, menunjukkan identitas asli masyarakat Lampung. Selain aksesoris kepala yang khas, tarian ini juga menggunakan aksesoris penutup jari yang berbentuk kerucut dan berwarna emas. Aksesoris penutup jari ini mirip dengan aksesoris yang digunakan dalam tarian asal Sumatera Selatan, yaitu tari Tanggai yang juga merupakan tarian untuk menyambut tamu.

b. Tari Melinting

(https://celebrity.okezone.com/read/2017/04/26/33/1676578/yuk-lestarikan-tari-melinting-warisan-kerajaan-lampung)

Tari Melinting merupakan tarian tradisional yang berasal dari Lampung Timur. Tarian ini merupakan peninggalan Ratu Melinting, yang sekaligus menggambarkan keperkasaan dan keagungan Keratuan Melinting. Tahun 1958, tarian ini disempurnakan. Sebelum tahun tersebut, tari Melinting mutlak milik Keratuan Melinting. Di mana tari tersebut hanya boleh dilakukan dalam upacara Keagungan Keratuan Melinting. Penarinya pun hanya berasal dari putra dan putri Keratuan Melinting.

5)    Lagu Khas Provinsi Lampung
1.      Cangget Agung.
2.      Lipang Lipandang.
3.      Tanoh Lado.
4.      Sang Bumi Ghuwai Jughai.
5.      Bumi Lampung.
6.      Sakai Sambayan.
7.      Penyandangan.
8.      Anak Tupai.
9.      Adi-adi Laun Lambar.
10.  Muloh Tungga.
11.  Seminung.
12.  Cangget Agung.
13.  Lipang Lipandang.
14.  Tanoh Lado.
15.  Sang Bumi Ghuwai Jughai.
16.  Bumi Lampung.
17.  Sakai Sambayan.
18.  Penyandangan.
19.  Anak Tupai.
20.  Adi-adi Laun Lambar.
21.  Muloh Tungga.
22.  Seminung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Menginstla Server Di MS Windows