Cara Menginstla Server Di MS Windows
Cara menginstal
server di MS Windows (Apache, Database Mysql, PHPMyadmin)
Menginstall
Apache HTTP Server
Untuk
menginstall Apache HTTP Server, pertama install Visual C++ Redistributable,
kemudian ekstrak file zip yang telah didownload ke dalam folder yang kita
inginkan, misalkan ke C:/WAMP/. Berikutnya, kita perlu mengedit file httpd.conf
yang terletak pada folder Apache24/conf/httpd.conf. Buka file tersebut dengan
notepad, kemudian ubah baris-baris berikut:
·
ServerRoot, adalah lokasi direktori
utama http server kita. Ubah nilainya menjadi C:/WAMP/Apache24
·
ServerAdmin, adalah email webmaster.
Masukkan saja email Anda ke sini.
·
ServerName, adalah nama server kita.
Hapus tanda komentar (#) dan masukkan nama domain anda, Karena saya hanya
menggunakan server secara lokal, saya biarkan nama server tersebut sama seperti
semula.
·
DocumentRoot, adalah lokasi di mana kita
meletakkan file-file web kita. Ubah nilainya menjadi C:/WAMP/htdocs.
·
htdocs directory, tepat di bawah baris
DocumentRoot, terdapat konfigurasi <Directory> berformat XML untuk
DocumentRoot. Ubah juga path Directory ini menjadi "C:/WAMP/htdocs".
Ubah juga perintah AllowOverride di dalamnya dari None menjadi All. Agar kita
dapat menggunakan file konfigurasi .htaccess dalam folder htdocs kita.
·
rewrite_module, apabila suatu saat kita
memerlukan perintah RewriteEngine pada file .htaccess kita atau jika Anda
menggunakan framework CodeIgniter, Anda perlu menghapus tanda komentar pada
perintah LoadModule berikut: LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so.
·
IfModule dir_module, adalah file default
pada suatu direktori yang akan dibaca apabila ada permintaan pada alamat suatu
direktori. Ubah nilai di dalamnya menjadi DirectoryIndex index.php index.html
index.htm.
·
Ubah C:/Apache24, Saya tidak benar-benar
mengerti konfigurasi lain di dalam httpd.conf, jadi saya merename semua
C:/Apache24 menjadi C:/WAMP/Apache24 untuk menyesuaikan dengan struktur
direktori saya.
Pada
perintah DocumentRoot, kita mengatur pathnya menjadi C:/WAMP/htdocs yang berada
di luar folder Apache24. Lokasi asal folder htdocs sebetulnya berada di dalam
folder Apache24. Di dalamnya terdapat suatu file index.html sederhana yang
menampilkan "It Works!" pada layar. Pindahkan folder ini dari
C:/WAMP/Apache24/htdocs ke C:/WAMP/htdocs. Kemudian jalankan command prompt
(ketikkan cmd pada start menu) dan ketikkan perintah berikut:
·
cd \wamp\apache24\bin, untuk mengubah
direktori yang sedang aktif
·
httpd.exe -k install -n Apache2.4, untuk
menginstall http server, sehingga ia akan selalu dijalankan setiap kali kita
menyalakan komputer.
·
httpd.exe -k start -n Apache2.4, untuk
menjalankan http server kita.
·
Setelah itu, buka browser dan ketikkan
"localhost" pada url. Jika tampil tulisan "It Works!", maka
kita telah berhasil menginstall Apache http server.
Jika
terdapat error ketika menginstall, ketikkan httpd.exe -k uninstall -n Apache2.4
untuk menguninstall servis httpd, kemudian perbaiki error yang disebutkan.
Kemudian coba install dan jalankan kembali http server Anda.
Menginstall
PHP
Untuk
menginstall PHP, pertama buat folder di dalam folder WAMP, beri nama folder
tersebut misalnya php-5.5.3. Kemudian ekstrak file zip yang telah didownload ke
dalam folder tersebut dan rename file php.ini-production menjadi php.ini. Buka
file php.ini tersebut dengan notepad dan ubah baris-baris berikut:
·
open_basedir, hilangkan tanda komentar
(buang tanda titik koma) dan ubah isi open_basedir menjadi
"C:/WAMP/htdocs;C:/Windows/TEMP".
·
date.timezone, hilangkan tanda komentar
dan isikan "Asia/Jakarta" sebagai nilainya. Untuk zona waktu yang
lain, dapat dilihat di sini atau di sini.
►
extensions, hilangkan tanda komentar
pada ekstensi php yang mungkin akan kita gunakan. Yaitu:
Ø php_curl
Ø php_gd2
Ø php_mbstring
Ø php_exif
Ø php_mysql
Ø php_mysqli
Ø php_pdo_mysql
Ø php_pdo_pgsql
Ø php_pgsql
►
extension_dir, yaitu path untuk lokasi
ekstensi-ekstensi di atas. Ubah nilainya menjadi
"C:\WAMP\php-5.5.3\ext"
Ø Batasan
batasan, kita mungkin perlu mengubah pengaturan berikut:
Ø max_execution_time,
yaitu batas waktu yang diperbolehkan untuk mengeksekusi suatu script.
Ø max_input_time,
yaitu batas waktu yang diperbolehkan pada suatu script untuk memproses data
input.
Ø memory_limit,
yaitu batas memori yang boleh digunakan oleh suatu script.
Ø display_errors,
untuk menampilkan atau menyembunyikan error. Ubah jadi On.
Ø post_max_size,
batas ukuran data POST yang dapat diterima.
Ø upload_max_size,
batas ukuran file yang diupload.
Ø max_file_uploads,
batas jumlah file yang dapat diupload dalam satu kiriman.
Ø short_open_tag,
untuk memperbolehkan tag php singkat. Dianjurkan dibiarkan tetap Off.
Setelah
itu, kita perlu mengarahkan Apache http server untuk mengeloa file-file php
kita. Buka kembali file httpd.conf dan tambahkan baris baris berkut:
Ø LoadModule
php5_module C:/WAMP/php-5.5.3/php5apache2_4.dll
Ø AddHandler
application/x-httpd-php .php
Ø PHPIniDir
"C:\WAMP\php-5.5.3"
Setelah
menambahkan baris-baris berikut, kita restart http server kita menggunakan
command prompt. Buka command prompt dan ketikkan perintah berikut:
Ø cd
\wamp\apache24\bin
Ø httpd.exe
-k stop -n Apache2.4
Ø httpd.exe
-k start -n Apache2.4
Ø
Untuk
mencoba apakah kita berhasil menginstall PHP atau tidak, buat file index.php di
dalam folder htdocs (Anda dapat menggunakan notepad atau IDE PHP favorit Anda).
Kemudian ketikkan kode berikut ke dalamnya:
<?php
phpinfo(); ?>
Buka
browser dan ketikkan localhost dan lihat outputnya. Apabila tampil tabel
berwarna biru yang menampilkan informasi-informasi instalasi PHP kita, maka
kita telah berhasil menginstall PHP. Jika hanya tulisan <?php phpinfo();
?> yang muncul, kita perlu memeriksa kembali langkah-langkah instalasi kita.
Menginstall
MySQL
Edit
Mar 2019: Untuk menginstall MySQL 5.7.25, ketikkan dulu perintah mysqld
--initialize-insecure sebelum mysqld --install MySQL
Ekstrak
folder MySQL atau MariaDB ke dalam folder WAMP kita. Kita tidak harus merename
foldernya, akan tetapi Saya masih saja merename foldernya menjadi MariaDB
sehingga lebih mudah Saya ingat. Menginstall MySQL agak lebih mudah
dibandingkan dengan Apache atau PHP. Masuk ke command prompt dan ketikkan
perintah-perintah berikut:
Ø cd
\wamp\mariadb\bin
Ø mysqld
--install MySQL
Ø net
start MySQL
Jika
MySQL kita terasa terlalu lambat atau komputer kita menjadi lambat setelah
menginstall MySQL, pilih file konfigurasi yang paling cocok dengan kebutuhan
Anda dari my-huge.ini sampai ke my-small.ini. Kemudian rename file tersebut
menjadi my.ini. Saya menggunakan my-medium.ini untuk digunakan dalam
mengembangkan software. Setelah merename file tersebut, restart MySQL dengan
mengetikkan:
Ø cd
\wamp\mariadb\bin
Ø net
stop MySQL
Ø net
start MySQL
Dan
apabila kita tidak menginginkan MySQL dijalankan setiap kali komputer
dihidupkan, ketikkan perintah berikut:
Ø cd
\wamp\mariadb\bin
Ø net
stop MySQL
Ø mysqld
--remove
Untuk
keamanan, kita ubah password root MySQL menggunakan perintah mysqladmin -u root
password [password anda]. Kita kemudian dapat menjalankan MySQL dari command
prompt dengan mengetikkan mysql -u root -p[password tadi]. Coba ketikkan
beberapa perintah sql, misalnya show databases; dan tekan enter. Database yang
ada pada MySQL akan ditampilkan.
Untuk
mencoba MySQL pada PHP, buat file dengan nama misalkan db.php pada folder
htdocs, kemudian ketikkan kode berikut ke dalam file tersebut:
<?php
$mysqli
= new mysqli("localhost", "root", "password
anda");
$hasil
= $mysqli->query("SHOW DATABASES");
while
($baris = $hasil->fetch_object()) echo "$baris->Database<br
/>";
?>
Simpan
kemudian buka browser dan ketikkan localhost/db.php pada url. Nama-nama
database yang ada di dalam MySQL akan ditampilkan.
Sumber
: https://icodeformoney.com/blogs/Cara-menginstall-Apache,-PHP-dan-MySQL-pada-Windows-7
Komentar
Posting Komentar