Antrian Dengan Prioritas Atau Antrian Seri (Tandem)
Antrian adalah suatu kejadian yang biasa
dalam kehidupan sehari–hari. Menunggu di depan loket untuk mendapatkan tiket
kereta api atau tiket bioskop, pada pintu jalan tol, pada bank, pada kasir
supermarket, dan situasi–situasi yang lain merupakan kejadian yang sering
ditemui. Studi tentang antrian bukan merupakan hal yang baru.
Antrian berprioritas adalah suatu queue yang setiap
elemennya telah diberikan sebuah prioritas, dan urutan proses penghapusan
elemen adalah berdasarkan aturan berikut :
a. Elemen
yang prioritasnya lebih tinggi, diproses lebih dahulu dibandingkan dengan elemen
yang prioritas lebih rendah.
b. Dua
elemen dengan prioritas yang sama, diproses sesuai dengan urutan mereka sewaktu
dimasukkan ke dalam priority queue
Queue
berprioritas dapat disajikan dengan array mau pun pointer, dengan array maka
dapat digunakan array of record dimana recordnya berupa penyimpan data dan
penyimpan prioritas. Pembahasan yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan
pointer. Secara logika queue berprioritas sama dengan queue biasa, hanya saja
dilakukan sorting berdasarkan prioritas, data berprioritas tinggi akan berada
di bagian depan daripada data dengan prioritasnya lebih rendah. Dan perbedaan
queue berprioritas dan yang tidak, Lebih terlihat dari bagaimana ia meletakkan
data ketika ada data baru.
Queue tanpa
prioritas Dari gambar diatas terlihat bahwa data A adalah yang masuk terlebih
diikuti data B, C dan yang terakhir adalah D, ketika ada satu data yang
dikeluarkan atau hendak dihapus maka data A yang dieksekusi.
Queue dengan prioritas
Gambar
diatas adalah antrian dengan prioritas, meski nampaknya data A adalah yang
pertama kali masuk namun dalam kenyataanya bisa saja data B yang masuk terlebih
dahulu, begitu pula data-data yang lain. Hal ini dapat terjadi karena adanya
prioritas. Ketika ada satu data yang hendak dikeluarkan dari antrian maka data
A yang dieksekusi terlebih dahulu karena memiliki prioritas yang paling tinggi.
Namun, ketika memasukkan data, kita harus memikirkan tempat yang sesuai untuk data
tersebut akibat prioritasnya
Contoh akan
dimasukkan data Z dengan prioritas 1.
Enqueue dilakukan dengan mempertimbangkan prioritas data
antrian. Pembandingan prioritas dilakukan dari belakang seperti proses enqueue
pada queue biasa, ketika data didepannya prioritasnya lebih rendah maka data
akan berpindah ke bagian depan dari data tersebut.
Pembandingan
prioritas terus dilakukan hingga akhirnya mendapati data yang sama
prioritasnya, lebih tinggi prioritanya atau ketika antrian sudah habis. Jika
pembandiangan dilakukan terus hingga antrian habis maka data yang diinputkan
akan menempati posisi paling depan.
Antrian tandem merupakan bentuk
sistem antrian dimana pelanggan harus melalui semua tahapan pelayanan yang
disusun secara seri sebelum pelanggan keluar menyelesaikan proses pelayanannya
tersebut. Setiap tahapan pelayanan dalam antrian tandem dapat terdiri dari 1
server atau lebih dari 1 server. Dalam industri secara luas pelayanan yang baik
berguna dalam mempertahankan pelanggan. Namun jumlah server pada tahap
pelayanan yang tidak sesuai dengan harga produk barangjasa akhirnya dapat berpengaruh
pada perusahaan. Penetapan harga produk yang tidak sesuai juga dapat berdampak
pada jumlah permintaan pelanggan dan hal ini berdampak pada perolehan laba
perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan
pendekatan teori antrian khususnya sistem antrian tandem dalam strategi
penetapan harga. Dalam penelitian ini terdapat dua antrian dalam sistem antrian
tandem dengan dua tahap pelayanan. Tahap 1 dengan model antrian MMs8734 dan
Tahap 2 dengan model antrian MM18734. Kedatangan pelanggan mengikuti proses
Poisson dan waktu pelayanannya berdistribusi Eksponensial. Model-model antrian
tersebut digunakan untuk mendapatkan model optimasi untuk strategi penetapan
harga. Menggunakan model optimasi didapatkan jumlah server minimal pada Tahap 1
dan didapatkan juga total laba maksimal sesuai dengan harapan perusahaan dengan batasan terletak pada
panjang antrian pelanggan maksimal dan waktu tunggu maksimal dalam antrian.
Contoh MODEL ANTRIAN SATU SALURAN
SATU TAHAP [M/M/1]
Pada model
ini kedatangan dan keberangkatan mengikuti distribusi Poisson dengan tingkat 1
dan µ , terdapat satu pelayan, kapasitas pelayanan dan sumber kedatangan tak
terbatas.
Untuk
menentukan operating characteristics atau ciri-ciri operasi, dapat dilakukan
dengan mudah setelah diperoleh probabilitas n pengantri dalam sistem (Pn).
Melalui penurunan matematik yang cukup panjang, dalam kondisi steady state
dapat ditunjukkan bahwa Pn = (1 – R) Rn , dimana R = λ / µ ≤1 dan n = 0, 1, 2,
....
Contoh Soal :
Penumpang
kereta api datang pada sebuah loket mengikuti distribusi Poisson dengan tingkat
rata-rata 20 per jam. Misalkan secara rata-rata setiap penumpang dilayani 2
menit dan waktu layanan mengiluti distribusi eksponensial. Setelah sistem dalam
steady state, carilah:
a) P4
b) L
c) Lq
d) W
e) Wq
f) P0 atau I
g) Berapa
probabilitas pengantri tidak mendapat tempat duduk jika kursi yang disediakan
di depan loket hanya 3?
JAWABAN :
Tingkat
kedatangan rata-rata λ = 20 per jam, dan tingkat pelayanan rata-rata µ = 30 per
jam. Sehingga R = 2/3.
Multi Channel Single Phase ( Banyak Saluran
Satu Tahap )
Sistem multi
channel-single phase terjadi saat dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri
oleh antrian tunggal. Istilah Multi Phase menunjukkan ada dua atau lebih
pelayanan yang dilaksanakan secara berurutan (dalam phasephase).Sebagai contoh model ini adalah
pembelian tiket yang dilayani oleh lebih dari satu loket, pelayanan potong
rambut oleh beberapa tukang potong, Pencucian Mobil dan dll..
Asumsi-asumsi
dalam Multi Channel Single Phase (infinite) :
1.
Jumlah antrian tidak dibatasi
2.
Kedatangan mengikuti distribusi poisson
3.
Waktu pelayanan mengikuti distribusi exponential negative
4.
First come, first served
5.
Saluran dikalikan dengan tingkat pelayanan > dari tingkat
kedatangan

Contoh Soal Multi Channel :









Komentar
Posting Komentar